Politani Kupang Hibahkan Sapi Jantan untuk Perkuat Ekonomi Kelompok Tani Sulamanda
Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc, melakukan penyerahan dua ekor sapi jantan jenis Bali kepada Kelompok Tani Sulamanda di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu 3 Desember 2025. Penyerahan ini merupakan bagian dari rangkaian program dharma pengabdian kepada masyarakat Politani Kupang Tahun 2025.
Acara penyerahan diterima oleh Ketua Badan Pemberdayaan Aset dan Pengembangan Ekonomi (BPAPE) SINODE-GMIT) Pdt. Yunus Kaytulang, M.Th, serta disaksikan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politani Kupang, Cardial L.O. Leo Penu, S.Pt., M.Sc., Ph.D, Ketua Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Jurusan Peternakan, Ferdinan S. Suek, S.Pt., M.Si, anggota tim PKM Yori R. Menoh, S.Pt., M.Si dan penasehat kelompok tani Sulamanda Benyamin Kanuk, serta anggota kelompok tani Sulamanda.
Dalam sambutannya, Direktur Johanis A. Jermias menegaskan bahwa penyerahan sapi hibah ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat.
“Secara spesifik tugas dosen dan perguruan tinggi ada tiga, yaitu dharma pendidikan dan pengajaran, dharma penelitian, dan dharma pengabdian. Dharma pengabdian tahun ini kami lakukan di kelompok tani Sulamanda. Kami melihat potensi luar biasa yang sejak awal telah terbentuk dengan baik dalam pengelolaan pertanian.”
Ia menjelaskan bahwa kedua ekor sapi jantan tersebut diperuntukkan bagi program penggemukan sapi berbasis pakan konsentrat bahan lokal kaya pati dan protein hijauan, yang diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan sehingga siap dijual dalam 6–9 bulan.
Dengan percepatan waktu tumbuh melalui manajemen pakan yang lebih baik, kelompok tani dapat segera melakukan skema revolving, yaitu hasil penjualan digunakan untuk membeli bibit sapi baru sehingga usaha terus berkelanjutan.
“Kami berharap inisiatif ini menjadi awal pengembangan peternakan sapi di Desa Mata Air. Jika potensinya memungkinkan, kami membayangkan desa ini menjadi pusat pembibitan atau penghasil bibit sapi Bali,” ungkap Direktur.
Ketua Badan Pengelolaan Aset dan Pemberdayaan (BPAPE) SINODE-GMIT, Pdt. Yunus Kaytulang, M.Th, mengapresiasi kontribusi dan komitmen Politani Kupang dalam meningkatkan produktivitas aset gereja dan masyarakat.
Beliau menjelaskan bahwa penyerahan sapi ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara SINODE-GMIT dan Politani Kupang, yang telah diinisiasi sejak tahun lalu. Selain hibah sapi, Politani Kupang juga memberikan berbagai dukungan lintas jurusan, antara lain: pembangunan rumah pemancingan dan pemberian bibit ikan, pembibitan cendana, pemasangan paving block untuk pengembangan agro-eduwisata serta pendampingan program pertanian tanaman pangan.
Penasehat Kelompok Tani Sulamanda, Benyamin Kanuk, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepercayaan dan tanggung jawab besar bagi kelompok.
"Program penggemukan sapi menjadi media pembelajaran bagi petani, termasuk pembuatan pakan konsentrat yang akan didampingi oleh Politani Kupang. Selanjutnya sistem pemeliharaan dilakukan secara bergilir agar tidak menimbulkan kecemburuan, dan modal hasil penjualan akan digunakan untuk pengadaan sapi baru bagi anggota lain," jelasnya.
Hibah dua ekor sapi jantan dari Politani Negeri Kupang ini menjadi langkah strategis dalam penguatan ekonomi petani, peningkatan kapasitas kelompok, dan pengembangan pertanian serta peternakan berkelanjutan di Desa Mata Air. Sinergi antara perguruan tinggi, gereja, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.





