Politani Kupang Perkuat Mutu Produksi TeFa Pabrik Mini Pakan Lewat Lokakarya HACCP dan SOP Terintegrasi


Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) terus memperkuat standar mutu produksi dan tata kelola Teaching Factory (TeFa) melalui penyelenggaraan Lokakarya Penyusunan Dokumen Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) bagi TeFa Pabrik Mini Pakan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., pada Rabu, 12 November 2025, di Gedung Community Center Politani Kupang, dan berlangsung selama tiga hari hingga 14 November 2025. Lokakarya diikuti oleh para Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, guru besar, pranata laboratorium pendidikan, teknisi, serta kepala laboratorium lintas jurusan sebagai bentuk komitmen bersama dalam peningkatan mutu dan keamanan produk pakan yang dihasilkan oleh TeFa.



Lokakarya menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Dr. Ir. Welma Pesulima, M.P. selaku konsultan HACCP dan dosen THP UKAW, Dr. Ir. Heri Ahmad Sukria, M.Agr.Sc., SCM dari Institut Pertanian Bogor, serta Alexander S. Tanody, S.Pi., M.Si. selaku Wakil Direktur II Politani Kupang. Hari pertama difokuskan pada penyusunan dokumen HACCP sebagai standar utama pengendalian mutu dan keamanan produk pakan, hari kedua diarahkan pada penyusunan dokumen Fund Generating serta Standard Operational Procedure (SOP) Teaching Factory Pabrik Mini Pakan, dan hari ketiga ditutup dengan finalisasi seluruh dokumen yang akan menjadi pedoman resmi tata kelola dan mutu produksi TeFa.



Ketua Panitia sekaligus Manajer Program Revitalisasi, Prof. Catootjie L. Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D., menyampaikan bahwa Jurusan Peternakan menerima dana revitalisasi sebesar Rp1,49 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan peralatan dan pengembangan sumber daya manusia. Ia mengapresiasi dukungan penuh pimpinan institusi terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam penguatan Teaching Factory. Dalam sambutannya, Direktur Politani Kupang menekankan pentingnya pemanfaatan dana revitalisasi secara optimal untuk peningkatan sarana produksi dan kompetensi SDM. Menurutnya, kehadiran teknologi bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk mengoptimalkan kinerja, sehingga SDM harus siap mengikuti mekanisasi industri. Ia juga membuka peluang bagi jurusan lain untuk memperoleh dana revitalisasi tahun 2026 dengan syarat kesiapan internal yang memadai, serta menegaskan bahwa penerapan HACCP merupakan sebuah kewajiban guna menjamin keamanan produk pakan dan meningkatkan reputasi institusi.



Dalam sesi materi, Dr. Welma Pesulima mengulas standar mutu industri pakan secara komprehensif, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga produk akhir. Dr. Heri Ahmad Sukria menekankan pentingnya SOP sebagai instrumen utama dalam pengendalian mutu yang efektif, sementara Alexander S. Tanody menegaskan peran Teaching Factory sebagai jembatan strategis antara pembelajaran vokasi dan kebutuhan dunia usaha serta dunia kerja (DUDIKA). Ia menguraikan empat komponen kunci pengembangan TeFa, yaitu sumber daya manusia, sarana dan prasarana, finansial, serta kemitraan, yang harus didukung oleh budaya pemeliharaan sarana, penerapan K3, dan strategi pemasaran yang berkelanjutan.



Lokakarya ini secara resmi ditutup pada Jumat, 14 November 2025. Dalam penutupan, Direktur Johanis menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh peserta yang telah bekerja secara intensif selama tiga hari. Ia menegaskan bahwa dokumen HACCP dan Fund Generating harus segera diformalkan sebagai pedoman institusi serta memastikan seluruh aktivitas pendanaan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengingat ketatnya pengawasan terhadap praktik pungutan liar. Direktur juga menyampaikan rencana Politani Kupang untuk kembali mengikuti program revitalisasi pada tahun 2026 dengan fokus pada Teaching Factory Pertanian Organik dari Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering yang dinilai telah siap dari sisi fasilitas greenhouse. Ia turut menyinggung tantangan pendanaan pendidikan vokasi, termasuk keterbatasan UKT dan belum optimalnya unit produksi serta Project Based Learning (PBL), meskipun Politani Kupang telah menyiapkan kelompok UKT baru sesuai ketentuan nasional.



Lokakarya ini merupakan bagian dari Program Revitalisasi Pendidikan Vokasi yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Proses pengadaan peralatan Teaching Factory masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada Desember 2025. Melalui mekanisme ERPAT, dana yang belum terserap tidak akan hangus dan dapat dialihkan untuk keberlanjutan program. Dengan tersusunnya dokumen HACCP, SOP, dan Fund Generating, Politani Kupang berharap Teaching Factory Pabrik Mini Pakan dapat menjadi model TeFa unggulan yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing institusi secara berkelanjutan.