Dosen dan Mahasiswa TRP Politani Kupang Dampingi Kelompok Tani Titbok Kembangkan Produk Pangan Lokal Bernilai Ekonomi
Lelogama, Kabupaten Kupang – Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan (TRP) Politeknik Pertanian Negeri Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Bertempat di Kelompok Tani Titbok, Desa Lelogama, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/6/2026). Sepuluh dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan bersama 27 mahasiswa semester 6 melaksanakan pelatihan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi laboratorium belajar bagi mahasiswa. Melalui integrasi dengan Praktikum Mata Kuliah Penyuluhan dan Komunikasi Semester 6, mahasiswa terjun langsung mendampingi petani, mempraktikkan kemampuan berkomunikasi, memberikan penyuluhan, hingga memperkenalkan inovasi pengolahan pangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal nyata dalam membentuk lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan yang siap berperan sebagai penyuluh teknologi pangan (Food Technology Extension) di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi petani kopi di Lelogama yang selama ini masih menjual hasil panen dalam bentuk green bean atau biji kopi mentah. Selain itu, berbagai potensi pangan lokal seperti kelor, ubi jalar, singkong, dan jahe belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk yang lebih inovatif dan memiliki daya saing di pasar.
Selama sehari penuh, peserta mengikuti pelatihan pembuatan lima produk inovatif, yaitu Greens Kelor, Donat Ubi Jalar, Jahe Kopi Latte, Keripik Ubi Singkong, dan Stik Ubi Jalar. Selain praktik pengolahan, peserta juga memperoleh materi mengenai keamanan pangan, teknik pengemasan, serta pengenalan peralatan pengolahan kopi sebagai langkah awal menuju hilirisasi produk kopi Lelogama.
Koordinator Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan, Agrippina Agnes Bele, STP., M.APCM, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan sehari, tetapi dapat menjadi awal lahirnya usaha-usaha pangan berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat perekonomian Kelompok Tani Titbok. Potensi kopi dan pangan lokal di Lelogama sangat besar, tinggal bagaimana kita bersama-sama mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah."
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki daya saing dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Seluruh anggota kelompok tani terlibat aktif dalam setiap sesi praktik dan berhasil menghasilkan produk olahan secara mandiri. Bahkan, peserta mulai mendiskusikan peluang pemasaran dan pengembangan usaha berbasis produk yang telah dipelajari.
Ketua Kelompok Tani Titbok, Yehuda Baisila, mengaku sangat bersyukur atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Kami sangat berbahagia karena akhirnya mendapat pelatihan seperti ini. Selama kelompok ini berdiri, baru kali ini kami memperoleh pelatihan pengolahan pangan secara langsung. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat kami praktikkan bersama sehingga hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi bisa menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi."
Pernyataan lengkap Ketua Kelompok Tani Titbok dapat disaksikan melalui video dokumentasi kegiatan yang telah dipublikasikan pada tautan YouTube yang tercantum dalam laporan kegiatan PKM.
Kegiatan PKM ini melibatkan tim dosen multidisiplin dan mahasiswa semester VI Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan partisipatif yang digunakan membuat peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan seluruh proses produksi secara langsung sehingga keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan Politeknik Pertanian Negeri Kupang berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat terus terjalin dalam mengembangkan inovasi pangan lokal. Pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru berbasis potensi lokal di Kabupaten Kupang.



